KESEHATAN
JANUARY 31, 2021
OETOMO SIGIT
Siapa yang belum pernah mendengar ataupun melihat jengkol ? Kiranya yang satu ini, sudah tidak asing lagi kedengarannya di telinga masyarakat kita diseluruh pelosok baik dari desa sampai ke kota besar.
Buah atau biji jengkol yang banyak dijumpai ini terdiri dari beberapa varietas antara lain varietas kecil, bentuk agak bulat dan ukurannya kecil, sedangkan yang lain varietas besar, bentuknya agak pipih dan berukuran besar.
Sampai sekarang banyak ragam masakan yang memakai jengkol, dari jengkol goreng, jengkol bakar, semur jengkol, krawit jengkol, urap jengkol, rendang jengkol, sambal goreng jengkol, mangut jengkol sampai kripik jengkol atau sebagai lalap saja, untuk menambah selera makan. Silakan coba, tinggal pilih mana yang cocok dengan selera, namun mesti waspada.
Tanaman ini dimasukkan dalam spesies Pithe Colobium Jiringa dan sangat banyak gunanya. Hampir seluruh bagian tanamannya dapat dimanfaatkan. Diantara bagian-bagian tanaman yang paling penting adalah biji jengkol yang telah tua.
Dari hasil penelitian para ilmuwan, zat yang terkandung didalamnya antara lain : protein, kalsium, fosfor, asam jengkolat, vitamin A, vitamin B, karbohidrat, minyak atsiri, saponin, alkaloid, terpenoid, steroid, tanin dan glikosida.
* Mengapa jengkol dapat menjadi racun ?
Ternyata yang dapat menyebabkan keracunan, yang dalam istilah populer disebut “jengkolen” ini adalah asam jengkolat yang terdapat didalam biji jengkol, yang dapat diisolasikan dari biji jengkol oleh Van Veen dan Hyman pada tahun 1933. Sedangkan rumus bangun/kimianya asam jengkolat:
Tanaman ini dimasukkan dalam spesies Pithe Colobium Jiringa dan sangat banyak gunanya. Diantara bagian-bagian tanaman yang paling penting adalah biji jengkol yang telah tua.
Asam jengkolat sangat sukar larut dalam air dan kelarutannya dalam asam-basa sangat lama. Biji jengkol tua, kandungan asam jengkolatnya lebih banyak dari yang lebih muda. Oleh karena itu biji jengkol muda lebih banyak digunakan sebagai lalap karena dianggap relatif lebih aman.
Yang menyebabkan keracunan itu karena terbentuknya kristal (kristalisasi) asam jengkolat yang selanjutnya akan menyumbat saluran urine. Terbentuknya kristal ini tergantung PH urine manusia. Jika PH urine bersifat asam, maka asam jengkolat akan mengkristal . Proses pengkristalan ini dapat terjadi sejak di ginjal maupun di saluran urine (ureter).
* Gejala Keracunan
Biasanya timbul lima sampai duabelas jam sesudah mengkonsumsi jengkol. Keluhannya antara lain :
– Nyeri perut kadang-kadang disertai muntah.
– Serangan kolik dan rasa nyeri bila buang air kecil.
– Keluarnya urine sedikit-sedikit seperti kalau “anyang-anyangen”.
– Teradapat titik-titik putih pada urine, jika diremas seperti tepung.
– Pada ujung penis kadang-kadang terdapat residu warna putih yang mengering.
– Pada kasus tertentu, waktu buang air kecil disertai keluarnya darah.
* Pencegahan
* Pengobatan
Diberikan Natrium Bikarbonat dengan dosis anjuran : 4 kali 2 gram sehari. Pada kasus yang berat, perlu rawat inap. Prinsip pengobatan : Alkalinisasi urine (urine dibuat suasana basa).
Sumber :
Penggemar Jengkol Waspadalah, dr. Oetomo Sigit, Sp. KK FINSDV