Kerajaan Majapahit

SEJARAH

MARCH 6, 2021

jatuh bangunnya Kerajaan majapahit

kisah kemaharajaan majapahit

Berpusat di daerah Jawa Timur, Majapahit adalah kerajaan terbesar dan terkuat dalam sejarah Nusantara yang berkuasa selama hampir 250 tahun.

Kerajaan Majapahit bermula pada sekitar akhir abad ke-13 Masehi dengan Raden Wijaya sebagai pendirinya. Dia adalah putra dari Prabu Guru Darmasiksa, Raja Sunda Galuh dan Putri Mahisa Cempaka dari kerajaan Singosari. Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu-Buddha terakhir yang menguasai Nusantara dan sampai saat ini berdasarkan penelitian dianggap sebagai kerajaan terbesar yang pernah berkuasa di bumi pertiwi sebelum Indonesia merdeka.

Awal berdirinya Majapahit bermula ketika Raden Wijaya, seorang pangeran dari kerajaan Singosari membuka hutan untuk desa baru setelah Jayakatwang, adipati Kediri, menyerbu istana dan membunuh Kertanegara, raja Singosari. Raden Wijaya terdesak dan berlindung di Sumenep, Madura atas bantuan lurah Kudadu yaitu Aria Wiraraja. Atas saran dan jaminan Aria Wiraraja inilah Raden wijaya untuk sementara menjadi pengikut Jayakatwang dan mendapatkan tanah di Desa Tarik yang kelak menjadi pusat kerajaan Majapahit.

Tak lama setelah Raden Wijaya mendirikan Desa Tarik, di tahun 1292 tentara Mongolia datang ke Jawa dengan maksud untuk membalas dendam perlakuan Kertanegara yang sebelumnya telah menghina kaisar China, Kublai Khan. Tetapi pada saat mereka datang, Kertanegara ternyata telah ditumbangkan kekuasaannya oleh Jayakatwang.

Mendengar kabar ini Raden Wijaya mengajak pasukan Mongol untuk bersatu mengalahkan Jayakatwang. Setelah berhasil menumbangkan Jayakatwang, Raden Wijaya kemudian berbalik melawan pasukan Mongolia dan sukses mengusir mereka dari tanah Jawa.

Sejauh ini penetapan kepastian waktu lahirnya kerajaan Majapahit adalah hari penobatan Raden Wijaya sebagai raja pertama, yaitu tanggal 15 bulan Kartika tahun 1215 Saka atau bertepatan dengan 10 November 1293 tahun Masehi. Dalam penobatan itu ia diberi nama resmi Kertarajasa Jayawardhana.

Image by agus santoso from Pixabay

Nama Majapahit berasal dari buah Maja yang rasanya pahit, tumbuh di sekitar desa baru yang dibangun oleh Raden Wijaya setelah terusir dari Singosari

Pada mulanya pusat kekuasaan Majapahit berada di Mojokerto, Jawa Timur yang terletak di sekitar sungai Brantas yang besar sehingga memudahkan untuk sarana transportasi dan perdagangan dengan dunia luar. Kemudian di era Jayanegara (1309-1328) berpindah ke Trowulan.

Pada masa kekuasaan raja keempat yaitu Hayam Wuruk (1350-1389), Majapahit mencapai puncaknya. Hayam Wuruk yang kala itu baru berusia enambelas tahun, mewarisi tahta dari ibunya Tribhuwana Tunggadewi yang adalah putri Raden Wijaya. Cita-cita kerajaan Majapahit untuk menyatukan seluruh Nusantara mulai terlaksana ketika seorang mahapatihnya yang bernama Gajah Mada (1313-1364) bersumpah untuk tidak mengkonsumsi Palapa sebelum ia berhasil menaklukkan wilayah lain di Nusantara dan mempersatukannya di bawah kekuasaan Majapahit.

Sumpah ini kemudian dikenal dengan nama Sumpah Palapa (1333). Para ahli menafsirkan Palapa adalah semacam buah dan ada juga yang mengartikan dengan garam atau rempah-rempah. Apapun itu Palapa tampaknya adalah sejenis makanan yang penting dan populer di masa itu.

Menurut Kakawin Negarakertagama wilayah kekuasaan Majapahit di era kejayaannya meliputi sebagian besar wilayah Indonesia masa kini seperti Jawa, Sumatra, Kalimantan, Nusatenggara, Sulawesi, Maluku, Irian dan daerah-daerah di dekat pulau-pulau tersebut ditambah wilayah di luar Indonesia yaitu semenanjung Malaya, Singapura dan kepulauan Filipina. Menurut para ahli ada sekitar 98 kerajaan pada saat itu yang berada di bawah kekuasaan Majapahit. Ini tak lepas dari kehebatan Gajah Mada sebagai tangan kanan Hayam Wuruk yang mempunyai visi luar biasa untuk menyatukan wilayah lain. Gajah Mada saat itu memiliki pasukan elite yang dinamakan Bhayangkara.

Di masa kejayaan Majapahit kondisi ekonomi kerajaan sangatlah baik. Lokasi Majapahit yang berada di tengah-tengah pulau-pulau besar Nusantara menjadikannya sangat strategis untuk perdagangan ataupun keseimbangan politik. Dengan faktor tersebut kerajaan ini menjadi pusat perdagangan di wilayah Jawa. Karena itulah rata-rata penduduk asli Majapahit adalah kaum pedagang yang memperjualbelikan aneka macam komoditas dagangan mereka terutama rempah-rempah.

Terdapat juga temuan mata uang asing dan domestik dari jaman Majapahit yang menunjukkan kerajaan Majpahit pada masa itu telah melakukan perdagangan komersial dengan kerajaan-kerajaan dari wilayah lainnya. 

Uang asing tersebut antara lain berasal dari China dan semenanjung Malaka yang memperkuat teori bahwa Majapahit telah masuk ke era perekonomian modern. Bukti-bukti ini dikemukakan dari penelitian yang dilakukan sejak 1984 oleh sekelompok arkeolog dari Lembaga Penelitian Universitas Indonesia yang dipimpin oleh Bambang Sumadio.

Di bidang seni dan budaya Majapahit melahirkan seniman-seniman unggul dengan hasil karya bercita rasa tinggi. Kebudayaan kerajaan ini sudah sangat maju di jamannya. Dalam bidang arsitektur Majapahit banyak mendirikan bangunan yang megah dan agung sebagai bukti eksistensinya yang masih tetap berdiri kokoh hingga hari ini. Misalnya : Candi Tikus, Gapura Bajang Ratu dan Gapura Waringin Lawang.

Setelah meninggalnya Hayam Wuruk pada 1389, Majapahit perlahan mulai memasuki masa kegelapan akibat konflik internal dan perebutan tahta. Perang saudara seperti Perang Paregreg (1401-1406) yang dimotori oleh Bhre Wirabumi menambah lemah kekuatan Majapahit. 

Pemberontakan di daerah-daerah kekuasaan turut memperparah kondisi kerajaan ditambah tidak ada lagi tokoh-tokoh yang berwibawa dan kuat seperti Gajah Mada dan Hayam Wuruk di pemerintahan pusat mengakibatkan era kejayaan Majapahit berakhir pada akhir abad ke-15 dan awal abad ke-16.

Tahun 1478 ketika Girindrawardhana dari Kediri memisahkan diri dari Majapahit, kekuasaan kerajaan Majapahit mulai mengalami kemunduran signifikan karena kerajaan tidak lagi utuh dan pusatnya kembali ke Kediri. Peristiwa tersebut diberi candra sangkala “Hilang Sirna Kartaning Bumi”.

Meskipun begitu pengaruh dan kemegahan Majapahit masih tetap tercermin dalam kehidupan bangsa Indonesia hingga saat ini. Banyak nama dan istilah di masa Majapahit yang masih digunakan sampai sekarang seperti : Wijaya, Bhayangkara, Gajah Mada dan lainnya. 

Di bidang teknologi, satelit pertama yang di miliki Indonesia diberi nama Palapa, diluncurkan pada 8 juli 1976 satelit ini mewarisi semangat persatuan Gajah Mada dimana satelit tersebut menyatukan seluruh wilayah Indonesia dengan sistem telekomunikasi yang terpadu.

Daftar Raja Majapahit

Para raja Majapahit adalah penerus dari dinasti kerajaan Singosari yang berasal dari Wangsa Rajasa pada akhir abad ke-13.

Nama RajaGelarTahun
Raden WijayaKertarajasa Jayawardhana1293 – 1309
KalagametSri Jayanagara1309 – 1328
Tribhuwana WijayatunggadewiSri Tribhuwanottunggadewi Maharajasa Jayawisnuwardhani1328 – 1350
Hayam WurukMaharaja Sri Rajasanagara1350 – 1389
WikramawardhanaBhra Hyang Wisesa Aji Wikrama1389 – 1429
SuhitaPrabu Stri Suhita1429 – 1447
KertawijayaSri Maharaja Wijaya Parakramawardhana (Brawijaya I)1447 – 1451
RajasawardhanaRajasawardhana Sang Sinagara (Brawijaya II)1451 – 1453
GirishawardhanaGirishawardhana Dyah Suryawikrama (Brawijaya III)1456 – 1466
Suraprabhawa

Sri Adi Suraprabhawa Singhawikramawardhana Giripati Pasutabhupati Ketubhuta (Brawijaya IV)

1466 -1468
Bre KertabumiBrawijaya V1468 – 1478
GirindrawardhanaBrawijaya VI1478 – 1498
Patih Udara 1498 – 1518
Comments System WIDGET PACK