VAKSIN
JANUARY 15, 2021
serba-serbi program vaksinasi COVID-19 di indonesia
Pada bulan Januari 2021 Indonesia memulai program vaksinasi masal COVID-19 secara bertahap bagi seluruh penduduknya.
Tenaga kesehatan seperti dokter dan perawat, anggota Polri dan prajurit TNI akan mendapat prioritas pertama sebagai penerima vaksin karena mereka adalah garda terdepan dalam menangangi pasien yang positif COVID-19.
Dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI (KMK) Nomor HK.01.07/MENKES/12757/2020 tentang Penetapan Sasaran Pelaksanaan Vaksnasi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19), Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) akan mengirimkan Short Message Service (SMS) pada mereka yang telah terdaftar sebagai penerima vaksin gelombang pertama.
Para petugas kesehatan yang berjumlah 1,3 juta dan petugas publik lainnya dengan total 17,4 juta orang akan mendapatkan vaksinasi gratis tahap pertama. Selain itu, juga disiapkan vaksin sebanyak 21,5 juta untuk disuntikkan pada penduduk lanjut usia.
Selain melalui SMS masyarakat juga bisa mengecek datanya di situs resmi Peduli Lindungi. Penerima SMS akan diberikan tautan untuk melihat apakah dirinya termasuk penerima vaksin gratis atau bukan. Bagi anda yang telah mendapatkan SMS info vaksinasi, anda harus melakukan registrasi ulang terlebih dahulu. Setelah itu akses situs pedulilindungi.id dan ikuti tahapan seperti dibawah ini :
- Akses situs pedulilindungi.id
- Akan muncul menu periksa NIK.
- Klik tombol periksa pada menu tersebut
- Masukkan NIK anda dan masukkan kode yang telah diberikan
- Klik tombol ‘Selanjutnya’ dan anda bisa melihat status sebagai penerima vaksin atau bukan
Para lanjut usia yang memenuhi syarat untuk divaksin dianjurkan untuk menjaga kesehatan tubuh sebelumnya dan istirahat yang cukup.
Selanjutnya di bulan Februari 2021 menyusul tokoh-tokoh masyarakat seperti pemuka agama dan para aparatur sipil pemerintahan di kementrian dan instansi. Sasaran utamanya adalah para pegawai pemerintahan di usia produktif yang setiap hari pergi bekerja meninggalkan rumahnya dan banyak berinteraksi dengan orang lain. Golongan ini banyak bertemu dengan masyarakat luas yang berurusan dengan layanan pemerintah dalam kegiatannya sehari-hari.
Dan pada bulan Maret 2021 masyarakat umum bisa memperoleh vaksinasi di daerahnya masing-masing. Distribusi vaksin yang merata ke seluruh Indonesia memakan waktu untuk bisa terwujud, sehingga belum semua wilayah bisa mendapatkan akses untuk vaksinasi. Pelaksanaannya akan bertahap disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Masyarakat umum bisa mendapatkan suntikan vaksin gratis di fasilitas-fasilitas umum yang disediakan pemerintah daerah masing-masing seperti rumah sakit, pusat perbelanjaan atau balai olahraga terdekat. Syaratnya cukup menunjukkan KTP yang masih berlaku dan petugas di tempat akan mengarahkan pengunjung untuk bersiap menunggu giliran.
Vaksin COVID-19 yang digunakan di Indonesia adalah vaksin Sinovac yang dikembangkan di China. Pemerintah Indonesia mendatangkan vaksin ini untuk digunakan setelah izin BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dikeluarkan. Vaksin Sinovac dikatakan telah melalui fase uji klinis tahap ke-3. Rencananya sebanyak 3 juta dosis akan disebarkan di seluruh provinsi Tanah Air.
Di bulan Januari 2021, Kepala BPOM, Penny K Lukito dalam Konferensi Pers Emergency Use Authorization (EUA) yang digelar secara virtual, memastikan jika efek samping dari hasil uji klinik fase 3 vaksin COVID-19 di Bandung hanya ringan hingga sedang. Bahkan, jika berat hanya sebesar 0,1 sampai dengan 1%. Dari uji klinis itu didapatkan bahwa efikasi vaksin Sinovac sendiri adalah sebesar 65.3%. Untuk itu BPOM memastikan bahwa vaksin Sinovac COVID-19 aman untuk digunakan.
“Efek samping lokal berupa nyeri, iritasi, pembengkakan serta efek samping sistemik berupa nyeri otot, fatigue (kelelahan) dan demam” ujar Penny. Dia juga menambahkan bahwa efek samping yang timbul adalah bersifat lokal saja.
Di Indonesia, vaksin Sinovac yang digunakan untuk vaksinasi masal dibuat dengan menggunakan metode inactivated virus. Cara pembuatan vaksin seperti ini sudah familiar di Indonesia sebelumnya. Selain itu Indonesia sendiri juga telah memiliki pengetahuan dan pengalaman selama berpuluh tahun untuk membuat dan mengelola vaksin dengan model seperti ini.
Karena hal inilah vaksin Sinovac akan diproduksi didalam negeri juga. Perusahaan farmasi yang akan memproduksinya adalah Bio Farma.
Bambang Heriyanto, juru bicara Bio Farma mengatakan hanya vaksin Sinovac yang akan diproduksi oleh Bio Farma sehingga pengiriman dari China akan berbentuk bahan baku atau bulk saja. Untuk vaksin lain yang telah disetujui pemerintah bagi program vaksinasi akan diterima dalam bentuk vaksin siap pakai, jadi sudah langsung bisa disuntik ke penerima.
Vaksin Sinovac adalah salah satu vaksin COVID-19 yang diproduksi oleh perusahaan biofarmasi dari China, Sinovac Biotech Ltd. Seperti halnya vaksin lain, Sinovac bekerja dengan memakai partikel virus yang dimatikan untuk menghasilkan sistem imun tubuh terhadap virus tanpa perlu menderita penyakit itu sebelumnya.
Salah satu keunggulan utama vaksin Sinovac adalah faktor kepraktisan, dimana vaksin ini dapat disimpan di lemari es standar pada suhu 2-8 derajat Celcius seperti halnya vaksin Oxford.