KULINER
MARCH 9, 2021
goyang lidah dengan bakso
Di Indonesia bakso adalah makanan yang sangat populer dan mudah ditemui dimanapun. Rasa lezat dan pembuatan yang mudah menjadikannya menu favorit sepanjang masa.
Bisa dikatakan bakso adalah salah satu kuilner Nusantara yang populis, disukai oleh semua golongan dan kelas sosial di masyrakat. Dari mulai orang kampung hingga pejabat tinggi semua menggemari makanan berbentuk bulat dan berkuah ini. Makanan ini bisa diperoleh dengan mudah, entah dengan cara membuat sendiri atau membelinya dari pedagang bakso gerobak kampung sampai menyantapnya di restoran-restoran didalam mall yang nyaman dan sejuk.
Karena popularitasnya yang sangat tinggi di masyarakat inilah maka tak heran banyak yang membuka usaha kuliner dengan meyajikan bakso sebagai menu utama atau sampingan.
Umumnya bakso terbuat dari campuran daging sapi giling dan tepung tapioka, untuk variasinya terdapat juga bakso yang menggunakan daging ikan, ayam, udang atau kerbau. Disajikan dengan kuah kaldu sapi bening, bakso lebih nikmat disantap dalam keadaan panas disertai bahan pelengkap rasa seperti campuran mi putih atau kuning, tauge, tahu dan ditaburi bawang goreng atau irisan daun bawang. Bahkan ada variasi bakso yang berisi telur ayam didalamnya. Tak lupa cuka dan sambal ditambahkan sesuai selera.
Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyebutkan bakso sebagai salah satu makanan favoritnya ketika dia menghabiskan sebagian masa kecilnya di Indonesia sebagai murid Sekolah Dasar di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Bakso bisa dibilang berakar dari kuliner China. Pada sekitar awal abad ke-17 di masa-masa akhir Dinasti Ming, di kota Fuzhou, daratan China, seorang lelaki bernama Meng Bo memikirkan bagaimana agar ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan bisa makan daging lagi. Ibu Meng Bo senang sekali makan daging tetapi tidak bisa lagi mengkonsumsinya karena daging akan terasa keras jika dikunyah. Sebagai seorang anak yang baik dan berbakti kepada orang tua hal ini menganggu pikirannya, diapun mencari-cari ide agar sang ibunda bisa mengkonsumsi daging tanpa kesusahan mengunyahnya.
Dan ide itupun datang tidak sengaja ketika dia melihat tetangganya sedang membuat kue Mochi. Beras ketan yang ditumbuk untuk bahan kue Mochi itu kemudian di bentuk bulat dengan tangan dengan cara di usap-usap sampai bulatnya sempurna. Dari situ Meng Bo berpikir bagaimana apabila beras ketan itu diganti dengan daging yang sudah digiling halus. Diapun bereksperimen mewujudkan idenya tersebut. Dia giling daging babi sampai halus kemudian di bentuk bulat-bulat seperti halnya kue Mochi lalu direbus sampai matang. Ketika disajikan ke ibunya ternyata ibunya sangat suka dengan hasil kreasi Meng Bo ini. Tidak cuma rasanya yang lezat tapi dagingnya juga empuk sekali untuk dimakan. Berita ini kemudian tersebar ke seluruh kota Fuzhuo dan akhirnya banyak orang yang datang belajar ke Meng Bo bagaimana cara membuat bakso.
Dari namanya ‘bakso’ yang berasal dari kata Bak-So, dalam Bahasa Hokkian artinya ‘daging babi giling’. Bakso Tionghoa ini terbuat dari daging babi atau makanan laut (seafood) dan warnanya cenderung kecoklatan. Menyesuaikan dengan penduduk Indonesia yang mayoritas Muslim maka daging bakso di Indonesia dibuat dengan memakai daging halal seperti daging sapi, ayam atau ikan.
Di daerah sekitar Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) umumnya pedagang bakso keliling atau gerobak adalah orang Jawa dan berasal dari daerah Wonogiri dan Malang. Baksonya terbuat dari daging sapi dan warnanya abu-abu dengan tekstur permukaannya halus lembut. Biasanya mereka keluar menjajakan dagangannya pada pagi hari atau sore menjelang malam di pusat-pusat keramaian atau kompleks perumahan.
Rata-rata para pedagang bakso gerobak ini menyajikan bakso dengan memakai mangkok putih bergambar ayam di sisinya. Mangkok ini juga mempunyai sejarah unik dari China. Kala itu di masa dinasti Ming, Kaisar Cheng Hua (1465-1487) memesan empat buah cawan bergambar ayam jago dan ayam betina kepada pengrajin keramik yang ternama. Setelah jadi keempat cawan itu dinamai cawan ayam yang bermakna kemakmuran. Makna simbolisnya kurang lebih adalah melambangkan suatu kondisi yang mendatangkan kekayaan dan keberuntungan untuk keluarga.
Tidak hanya pedagang bakso gerobak, restoran-restoran bakso juga banyak tersebar di seluruh kota Indonesia. Ada yang berupa restoran kecil saja sampai restoran besar di dalam pusat-pusat perbelanjaan yang nyaman, misalnya seperti : Bakso Lapangan Tembak Senayan, Bakso Boedjangan, Bakso Kota Cak Man dan lain sebagainya.
Beberapa variasi bakso yang umum dijumpai di Indonesia adalah : bakso udang, bakso keju, bakso tenis (ukurannya sama dengan bola Tennis), bakso (bakwan) Malang, bakso beranak (didalam bakso yang berukuran jumbo ada beberapa bakso kecil), bakso bakar, bakso urat dan lain sebagainya. Di kota Bandung bakso dikombinasi dengan campuran tahu goreng, diiris-iris dan dilumuri bumbu kacang giling. Variasi ini disebut dengan Batagor (Bakso-Tahu Goreng).
Informasi nilai Gizi dari bakso :
Berat Bakso = 250 gr
Bagian Bakso yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 100 %
Jumlah Kandungan Energi Bakso = 190 kkal
Jumlah Kandungan Protein Bakso = 10,3 gr
Jumlah Kandungan Lemak Bakso = 6,3 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Bakso = 23,1 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Bakso = 35 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Bakso = 0 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Bakso = 6,75 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Bakso = 0 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Bakso = 0 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Bakso = 4 mg
Sumber : Berbagai publikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta sumber lainnya.