Legenda Si Kijang Besi Dari Toyota Kijang

legenda si kijang besi

OTOMOTIF

MARCH 16, 2021

Legenda Si Kijang Besi Dari Toyota Kijang

legenda si kijang besi
Kijang generasi keenam atau yang paling akhir

Bagi penggemar otomotif, Kijang bukan hanya nama hewan tetapi juga merk sebuah kendaraan paling dikenal di Indonesia. 

Untuk bangsa Indonesia, mobil bukan hanya sebagai alat transportasi tetapi juga sebagai simbol status dan sarana untuk memperat silaturahmi keluarga. Berbagai macam jenis mobil bisa ditemui di negara ini namun hanya ada satu merk yang sangat populer dan telah digunakan selama puluhan tahun di jalanan : Toyota Kijang.

Berawal dari peruntukan sebagai kendaraan niaga, Toyota Kijang atau biasa disebut Kijang oleh penduduk Indonesia, bertransformasi menjadi kendaraan penumpang dalam perjalanan waktu. 

Diproduksi oleh Toyota Astra Motor semenjak tahun 1977, popularitas Kijang terus bertahan tinggi dengan munculnya varian baru dari model ini. Terutama disebabkan kapasitas Kijang yang mampu membawa penumpang dalam jumlah banyak. Suatu hal yang disukai oleh konsumen di Indonesia karena mereka bisa membawa seluruh anggota keluarga dalam satu kendaraan sekaligus.

Dalam kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia lebih sering mengedepankan nilai-nilai kekeluargaan. Kebersamaan, kerukunan, tolong-menolong, semua ini telah mendarah daging dalam budaya dan perilaku mereka. Cara berpikir inilah yang turut mempengaruhi konsumen di Indonesia dalam memilih jenis kendaraan operasional sehari-hari.

Dengan memilih Kijang semua anggota keluarga bisa ikut naik sekaligus dalam satu kendaraan. Praktis dan menghemat biaya perjalanan karena hanya memakai satu mobil saja. Kondisi berdesakan didalam kendaraan yang berpengaruh terhadap kenyamanan berkendara tidaklah menjadi masalah besar karena yang penting mereka bisa tetap bersama dengan keluarga dalam bepergian apalagi bila tujuannya adalah berwisata. Kebersamaan adalah hal yang utama.

Hal ini digambarkan salah satunya melalui sebuah iklan komersial di televisi Indonesia pada tahun 1990an yang memvisualisasikan seorang anak kecil menceritakan kesenangannya menaiki Kijang karena dia bisa pergi bersama-sama dengan ayah, bunda, kakak, adik, kakek, nenek dalam satu kendaraan.

Legenda Si Kijang Besi
Kijang generasi keempat atau sering disebut Kijang kapsul

Awal munculnya legenda si kijang besi dari Toyota Kijang dimulai ketika diperkenalkan kepada publik pertama kali pada Pekan Raya Jakarta 1977. Pemerintah Indonesia saat itu sedang gencar mendorong pertumbuhan industri dalam negeri melalui Departemen Perindustrian.

Presiden Indonesia, Soeharto menerapkan larangan impor mobil secara utuh (Built Up) khususnya sedan. Sebagai kompensasinya pengembangan industri kendaraan niaga dengan muatan lokal berharga murah akan mendapat insentif dari pemerintah Indonesia.

Toyota Astra Motor sebagai produsen otomotif di Indonesia menanggapi kebijakan tersebut dengan memprakarsai kelahiran Toyota Kijang bersama dengan perusahaan Toyota Jepang. Toyota Astra Motor sendiri adalah perusahaan patungan antara PT. Astra dan Toyota Motor Corporation dari Jepang.

Pada saat pertemuan para distributor produk Toyota di Indonesia, nama Kijang dipilih sebagai nama kendaraan niaga yang akan diluncurkan. Sebenarnya saat itu ada dua pilihan nama, yaitu “Kancil” dan “Kijang”. Namun nama “Kancil” dianggap memiliki kesan negatif di masyarakat Indonesia. Kemungkinan karena ada legenda atau cerita rakyat tentang Kancil yang suka mencuri timun atau dinamai cerita “Kancil nyolong timun” (Kancil mencuri timun).

Salah satu tokoh yang memiliki andil dalam memilih nama Kijang adalah Jusuf Kalla – mantan Wakil Presiden Republik Indonesia yang pernah menjabat dua kali untuk jabatan tersebut. Saat itu Jusuf Kalla adalah salah satu pemilik perusahaan distributor kendaraan Toyota di Indonesia.

Pada Pekan Raya Jakarta 1977 yang dihadiri oleh Presiden kedua RI, Soeharto dan Gubernur DKI Ali Sadikin, Toyota Kijang resmi diluncurkan perdana untuk penjualan komersial kepada publik di Indonesia. 

Saat itu Mitusbishi Colt adalah jenis kendaraan yang sangat populer dengan angka penjualan yang mendominasi pasar mobil minibus di Tanah Air. Tak sedikit yang meragukan kesuksesan Kijang saat itu jika melihat kondisi pasar termasuk oleh para perancangnya sendiri.

Namun perlahan-lahan produksi Toyota Kijang mulai meningkat dari tahun ke tahun. Satu tahun setelah peluncuran perdananya, pada tahun 1978, jumlah produksinya telah meningkat hampir 4 kali lipat. Tampaknya kendaraan ini dipandang oleh konsumen Indonesia sebagai kendaraan multifungsi yang serbaguna. Biaya perawatan yang murah dan daya tahan yang kuat menjadi daya tarik utamanya.

Nama Kijang diambil dari singkatan “Kerjasama Indonesia-Jepang”  yang dicetuskan oleh Jusuf Kalla, merujuk pada proses awal desain dan produksinya. 

Mulai akhir 1980an adalah hal yang jamak bila kita menemui Kijang di seluruh pelosok Indonesia. Mulai dari kota besar hingga kota kecil sampai desa-desa terpencil kita bisa jumpai kendaraan ini dipakai di jalanan oleh penduduk setempat. Entah itu untuk transportasi atau angkutan barang. Bahkan kendaraan dinas instansi sipil ataupun militer pun banyak yang menggunakan Kijang untuk kegiatan sehari-harinya.

Berikut adalah jenis-jenis Toyota Kijang yang diproduksi di Indonesia, dari generasi pertama hingga yang paling akhir.

Kijang generasi pertama 

Diproduksi dari tahun 1977-1980, generasi pertama ini menggabungkan konsep pickup dengan bentuk kotak bersudut tajam. Kandungan komponen lokalnya hanya 19%. Kijang generasi ini sering juga disebut dengan “Kijang Buaya” karena bentuk moncongnya yang menyerupai seekor buaya.

Kijang generasi kedua

Jenis ini diproduksi dari tahun 1981-1985. Dengan kode chasis KF 20 Kijang ini sering disebut dengan “Kijang Doyok” – merujuk pada salah satu tokoh kartun di koran Pos Kota yang populer saat itu. Pada model ini kandungan komponen dan raiktan lokalnya mencapai 30%.

Kijang generasi ketiga

Di tahun 1986, generasi Kijang ketiga diluncurkan di pasar Indonesia. Desainnya lebih membulat dan terlihat lebih modern. Model ini terus driproduksi sampai tahun 1996 dan kandungan lokalnya sudah mencapai 44%. Boleh dikatakan inilah model paling legendaris dari Kijang, membuatnya paling banyak dimiliki oleh masayrakat Indonesia dari dulu hingga masa kini. Pada saat inilah banyak pabrik produksi karesori body Kijang bermunculan di Indonesia. Merk karoseri yang terkenal kala itu misalnya : Jantan, Krista dan Rover.

Kijang generasi keempat

Generasi keempat ini menampilkan kijang dengan body yang membulat dan gemuk. Diperkenalkan di tahun 1997, generasi ini kerap dinamai “Kijang Kapsul” di pasaran. Interior dan aerodinamikanya dirancang lebih bagus dengan mesin yang lebih bertenaga. Untuk kandungan lokalnya semakin bertambah mencapai 53% dari total komponen kendaraan. Model ini bertahan hingga tahun 2004.

Kijang generasi kelima

Memasuki milenium baru Toyota Astra Indonesia meluncurkan Kijang dengan konsep yang berbeda dari para pendahulunya. Generasi Kijang kelima ini mengalami perubahan cukup drastis dari segi desain dan peruntukannya. 

Kalau pada generasi sebelumnya Kijang diposisikan untuk kendaraan angkut bagi kelas menengah kebawah pada generasi ini Kijang diposisikan sebagai mobil kelas menengah keatas. Model ini disematkan nama “Kijang Innova” dan memiliki kandungan lokal yang tinggi, mencapai 80%. Dengan ekspor ke 22 negara tujuan, Innova diproduksi dalam kurun waktu 2004-2014.

Kijang generasi keenam

Pada generasi terakhir Kijang ini kita sudah tidak bisa lagi menemukan desain Kijang yang khas seperti pendahulunya. Generasi keenam ini memiliki bentuk yang sporty dan interior layaknya kendaraan kelas atas. Mesin yang ditanamkan juga lebih besar kapasitasnya untuk mendapatkan tenaga besar. 

Harganya pun sekarang menjadi lebih mahal dan tidak lagi bisa dijangkau oleh kebanyakan masyarakat Indonesia. Model ini dibuat mulai tahun 2014 dan hingga saat tulisan ini dibuat masih terus diproduksi. Komponen lokalnya sangat tinggi, mencapai 85% dan diekspor ke 29 negara.

Comments System WIDGET PACK