Mengenal Manfaat Ginseng

Mengenal manfaat ginseng

KESEHATAN

FEBRUARY 2, 2021

mengenal manfaat ginseng

OETOMO SIGIT

Mengenal manfaat ginseng

Mengenal Manfaat Ginseng – Walaupun berbagai riset tentang manfaat ginseng telah menunjukkan hasil yang menakjubkan, namun hingga saat ini masih saja muncul pertanyaan, bagaimana  menjelaskan cara kerja ginseng dari sudut ilmu kedokteran modern.

Berbagai penjelasan tentang khasiat ginseng masih mengacu pada pola pikir para ahli pengobatan tradisonal Cina. Menurut falsafah mereka, didalam alam ini ada unsur Yin (negatif) dan unsur Yang (positif), yang harus selalu berada dalam keseimbangan. Demikian pula didalam tubuh kita. Kedua unsur tersebut harus berada dalam keadaan seimbang agar tubuh dapat berfungsi secara optimal. Jadi menurut falsafah ini, Ginseng bersifat sebagai penyeimbang, mengembalikan fungsi organ-organ tubuh yang tidak seimbang menjadi selaras dan serasi kembali.

Bahan alam, terutama yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, untuk upaya pencegahan dan pengobatan penyakit telah lama dikenal dan digunakan oleh umat manusia. Pengobatan dengan bahan alam asal tumbuhan dikenal dengan istilah Fitoterapi. Secara terminologi fitoterapi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari pemakaian tumbuh-tumbuhan sebagai bahan obat untuk mengobati penyakit pada manusia. Dalam pekembangannya, bahan berkhasiat yang ada didalam tumbuh-tumbuhan diidentifikasi, dianalisa, diisolasi, disintesis dan kadang-kadang dimodifikasi. Fitoterapi  berkembang menjadi Fitofarmaka dan selanjutnya menjadi Kemoterapika.

Fitofarmaka adalah sejenis obat yang berasal dari tumbuhan yang telah memenuhi persyaratan fitokimiawi dan yang manfaatnya telah terbukti melalui penelitian dengan prinsip metodologi kedokteran. Salah satu fitofarmaka yang telah lama dikenal dan digunakan umat manusia adalah ginseng.

Pada masa dinasti Han di Cina (206 SM – 24) ditemukan suatu dokumen tentang tanaman obat yang disebut “sheng”. Tanaman ini dikemudian hari dikenal sebagai GINSENG yang berarti “akar dari surga” dan pada masa itu digunakan sebagai tonikum dan zat penyegar tubuh. Pada tahun 1833 ditambahkan nama genus “Panax” sehingga secara lengkap disebut : Panax Ginseng. “Fan” berarti seluruh dan “Axos” berarti menyembuhkan semuanya.

Popularitas Ginseng semakin dikenal diluar negara asalnya. Sekitar tahun 1000, ginseng sudah dibawa ke Eropa oleh pelaut bangsa Moor. Setelah menghilang untuk beberapa saat, obat ini kembali diperkenalkan Marcopolo di Eropa pada akhir abad ke-13.

Meskipun ginseng telah dikenal dan digunakan sebagai obat tradisionil di Cina dan Korea sejak ribuan tahun yang lalu, dunia kedokteran Barat baru menelitinya sekitar 30 tahun yang lalu. Hal ini, menurut Prof. Evereth karena untuk meneliti khasiat suatu jenis obat diperlukan suatu komposisi standar dari obat tersebut.

Tanaman ginseng banyak jenisnya. Spesies ginseng yang paling terkenal adalah Panax Ginseng atau Ginseng Korea. Spesies lain adalah Panax Guinguefolius (yang terutama tumbuh di Amerika Utara), Panax Japanicus (Jepang) dan Panax Pseudoginseng (India dan Cina Selatan). Setiap jenis berbeda kandungan   zat berkhasiat dan tingkat keampuhannya. Namun banyak penelitan telah membuktikan bahwa Ginseng yang paling berkhasiat dan banyak digunakan dalam pengobatan ialah Panax Ginseng CA Meyer atau G-ii5. Penelitian manfaat G-ii5 pada manusia telah dilaporkan dalam jurnal ilmiah medis sejak sekitar 20 tahun berselang.

Meskipun semua bagian tanaman ini mempunyai efek farmakologis, namun bagian yang paling berharga adalah akarnya. Ekstrak akar ginseng ternyata mengandung  lebih dari 200 macam zat,  banyak diantaranya yang mempengaruhi aktifitas biologis, seperti amilase, fenotose, lemak, vitamin C, vitamin B, asam folat, fruktosa, maltosa, asam amino esensial dan berbagai mineral seperti mangan, besi, tembaga, kobalt dan seng, zat-zat ini secara simultan bekerja sama meningkatkan daya tahan tubuh. Seperti halnya obat-obat dari bahan alam (tumbuh-tumbuhan), manfaat didasarkan pada konsep totalis. Bahan-bahan berkhasiatnya terdiri atas kompleks berbagai senyawa kimia dan resultat pengobatannya tidak tertuju pada bagian tubuh tertentu saja, tetapi menyeluruh ke seluruh tubuh.

Secara farmakologis Panax Ginseng diklasifikasikan sebagai “adaptogen”. Adaptogen adalah zat yang tidak berbahaya, dalam arti  gangguan fisiologis yang ditimbulkannya minimal, tidak mempunyai efek yang spesifik, mampu menahan pengaruh buruk dari berbagai faktor fisika, kimia maupun biologi dan sanggup menormalkan kondisi tanpa tergantung pada gangguan patologis yang ada.

Zat paling berkhasiat yang menjadi andalan didalam umbi ginseng ini adalah zat aktif Saponin yang dikenal sebagai Ginsenosida. Jenis dan kadar Ginsenoside yang terdapat dalam akar ginseng menentukan kualitas suatu ginseng.

Berbagai jenis akar ginseng ternyata memiliki kandungan zat yang berbeda tergantung pada spesies dan cara pengolahannya. Ada jenis ginseng putih (akar ginseng yang di kelantang dengan SO2 kemudian dikeringkan) dan ginseng merah yang akarnya diproses melalui uap air kemudian dikeringkan. Ginseng merah mengandung lebih banyak ginsenosida dibandingkankan ginseng putih.

Fakta lain yang juga penting selain menentukan komponen tanaman obat adalah cara pengolahannya. Zat berkhasiat yang terdapat didalam tanaman mungkin akan berkurang manfaatnya bila cara pengolahannya kurang tepat.

Perusahaan farmasi Pharmaton SA Lungano Swiss mengadakan penelitian lebih dari 25 tahun. Ekstrak Ginseng unggulan yang dihasilkan dinamakan ekstrak ginseng G-ii5.

Dari sekitar 1.000 pasien yang mendapat ginseng G-ii5, lebih dari 80% mengatakan telah merasakan manfaatnya.

“Pada masa dinasti Han di Cina (206 SM – 24) ditemukan suatu dokumen tentang tanaman obat yang disebut sheng, kemudian hari dikenal sebagai GINSENG artinya akar dari surga”

Beberapa kegunaan ginseng antara lain :

1. Efek terhadap Susunan Saraf  Pusat (SSP)

  • Meningkatkan kewaspadaan dan fungsi Kognitif (misalnya kemampuan belajar)
  • Memperbaiki “mood”
  • Menambah nafsu makan
  • Rasa segar pada tubuh

Cara kerjanya : memperbaiki metabolisme glukosa didalam otak sehingga penghambatan impuls di ujung-ujung saraf (neuron) semakin lancar.

2. Efek terhadap Sistem Endokrin

  • Mampu menambah respons adrenal, misalnya terhadap stress akibat lingkungan yang panas atau akibat ACTH.

Anti stress setelah kelenjar pitritaria di angkat. 

3. Efek terhadap Diabetes Melitus

Menurunkan kadar gula darah Postprandial dari 233,9 mg menjadi 195,8 mg (diberikan 2x sehari selama 21 hari dalam sebulan selama 3 bulan berturut-turut)

4. Efek terhadap keluhan menopause

  1. Pening
  2. Sakit Kepala
  3. Banyak berkeringat
  4. Gemetar
  5. Cemas
  6. Mudah tersinggung
  7. Emosional
  8. Depresi
  9. Rasa letih lesu
  10. Insomnia
  11. Rambut rontok
  12. Rasa gatal
  13. Sakit pinggang
  14. Atropi payudara
  15. Kesulitan dalam melakukan hubungan seks

    5. Efek terhadap sistem imunologi

    • Lebih tahan terhadap infeksi virus

6. Efek terhadap metabolisme sel

  • Meningkatkan daya tahan fisik rata-rata sebesar 25% melalui peningkatan pertukaran gas karbon dioksida dan oksigen serta menurunnya kadar laktat dalam plasma.

Demikian sekelumit manfaat ginseng. Mengenai hasilnya, silahkan membuktikan sendiri. Selamat mencoba, terutama bagi kita-kita yang menginjak  usia kepala limapuluh keatas.

 Sumber :

Simposium dan panel diskusi Kolese Dokter Keluarga Indonesia, Jakarta 26 Mei 1993


Mengenal Manfaat Ginseng, dr. Oetomo Sigit, SP. KK FINSDV

Comments System WIDGET PACK