BUDAYA INDONESIA
OCTOBER 2, 2021
Perkembangan Batik Indonesia Dan Sejarahnya
Bagi bangsa Indonesia batik adalah suatu busana yang sudah sangat dikenal. Dalam berbagai acara, utamanya acara formal, sering kita jumpai orang-orang mengenakan busana bermotif batik. Mari kita telusuri lebih jauh perkembangan batik Indonesa dan sejarahnya.
Batik sendiri adalah kain mori polos yang dilukis menggunakan canting dan cairan lilin malam membentuk lukisan dan gambar. Saat itu motif awal yang mendominasi di awal perkembangan batik adalah bentuk binatang dan tanaman, kemudian berkembang ke motif lain seperti relief candi dan unsur-unsur alam.
Batik berasal dari bahasa Jawa, amba dan tik yang artinya adalah menulis/menggambar titik. Di masa itu membatik disebutkan dengan kata “ambatik”.
Perkembangan batik Indonesia dan sejarahnya batik sendiri telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit di masa keemasannya. Setelah itu pengembangan batik diteruskan pada era kerajaan Mataram di Jawa dan berlanjut ke masa Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta sekitar abad ke-17.
Secara umum penyebaran kerajinan batik di Indonesia dan khususnya di pulau Jawa terjadi pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19. Hingga awal abad ke-20, batik yang dihasilkan adalah batik tulis. Batik cap (printed batik) baru muncul setelah Perang Dunia I berakhir atau mulai tahun 1920.
Teknik membatik sendiri telah dikenal oleh manusia lebih dari 1000 tahun lalu. Para ahli sejarah memperkirakan teknik ini berasal dari Mesir Kuno atau Sumeria. Kemudian meluas ke berbagai penjuru dunia seiring dengan perkembangan perdagangan dan budaya seperti di Afrika Barat : Nigeria, Kamerun dan Mali serta Asia : India, Sri Lanka, Bangladesh, Thailand, Malaysia dan Indonesia.
Awalnya batik adalah kesenian menggambar di atas kain untuk pakaian keluarga kerajaan di Nusantara. Kehiatan ini hanyalah terbatas dalam keraton dan batik dipakai oleh raja dan keluarganya serta para pejabat istana. Namun karena banyak para pembesar yang tinggal di luar keraton, maka teknik ini dipraktekkan juga di tempat tinggalnya masing-masing.
Bahan-bahan untuk membatik diambil dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia antara lain pohon mengkudu, soga dan nila. Bahan soda dibuat dari soda abu dan garamnya dikreasikan dari tanah lumpur.
Perlahan kegiatan ini meluas dan dilakukan juga oleh rakyat jelata. Membatik kemudian dikerjakan oleh para wanita rumah tangga untuk mengisi waktu luang. Kain yang digunakan adalah kain mori yang sudah diolah terlebih dahulu. Kain mori ini memiliki tekstur serat yang halus sehingga menentukan kualitas produk yang dihasilkan.
Di mas kini sentra-sentra batik banyak ditemukan di Pulau Jawa khususnya di daerah Pekalongan, Sola dan Yogyakarta. Ragam kain batik di Indonesia ada banyak jenis, diantaranya adalah : Batik Bali, Batik Banyumas, Batik Pekalongan, Batik Betawi dan lain sebagainya.
Di Asia Tenggara, sebenarnya tidak hanya Indonesia yang memiliki batik tetapi juga Malaysia. Batik Malaysia kebanyakan berasal dari pesisir timur Malaysia (Kelantan, Terengganu dan Pahang) dengan motif dedaunan dan bunga. Karena itulah Malaysia kemudian mengklaim bahwa kesenian batik berasal dari negara mereka. Hal ini sempat menimbulkan silang pendapat diantara dua negara serumpun tersebut.
Tetapi kemudian UNESCO menetapkan bahwa batik adalah Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) yang berasal dari Indonesia pada tanggal 2 Oktober 2009. Sejak itu tanggal 2 Oktober ditetapkan menjadi Hari Batik Nasional dimana orang Indonesia mengenakan busana batik untuk kegiatan sehari-harinya.
artikel terkait