KULINER TRADISIONAL
MAR 26, 2022
Asal-Usul Kerak Telor : Makanan Khas Betawi Yang Lezat
Mari kita bahas asal-usul kerak telor : makanan khas Betawi yang lezat dan terasa gurih dan legit serta menjadi kebanggaan kuliner Jakarta.
Salah satu makanan asli khas Betawi (Jakarta) adalah kerak telor. Tidak seperti halnya soto, yang ada di hampir semua daerah, kerak telor hanya ada di Jakarta.
Kudapan ini menggunakan bahan-bahan beras ketan putih, telurnya bisa ayam atau bebek tapi telur bebek terasa lebih lezat, ebi (udang kering yang diasinkan) ditambah bawang merah goreng. Bumbu yang dipakai seperti kelapa sangrai, cabai merah, kencur, jahe, merica butiran, garam dan gula pasir yang semuanya telah dihaluskan .
Salah satu bahan utamanya, kelapa, adalah bahan yang melimpah di Batavia (Jakarta) kala itu. Maka sudah sewajarnya banyak makanan tradisional Jakarta yang menggunakan bahan santan atau kelapa seperti misalnya nasi uduk, soto Betawi sampai kerak telor.
Keunikan dari kerak telor adalah dari cara memasaknya. Telur bebek atau ayam dicampur dengan aneka bumbu di atas lalu dicampur dengan kelapa sangrai. Lalu dimasukkan beras ketan putih kemudian wajan dibalikkan ke arah panas api dan dimasak hingga agak berkerak atau gosong sedikit. Kuali atau wajan tersebut dibakar di atas tungku kecil dengan arang sebagai bahan bakarnya. Agaknya dari sinilah penamaan “kerak telor” berasal.
Kerak telor yang dimasak dengan teknik yang baik dan benar akan memiliki rasa gurih dan legit. Teksturnya sendiri memiliki karakter yang unik, crunchy di luar namun terasa lembut dan empuk di bagian dalamnya. Ditambah lagi dengan waktu memasak yang kurang dari 15 menit, makanan ini mudah dibuat dan tidak perlu menunggu waktu lama.
Umumnya kerak telor dijual oleh para pedagang dengan harga mulai 15 ribu hingga 30 ribu rupiah, tergantung lokasi dimana kita membelinya. Biasanya dalam acara Jakarta Fair makanan ini banyak sekali ditemui di area pameran dan menjadi salah satu menu favorit para pengunjung.
Pada zaman Kolonial, kerak telor merupakan makanan istimewa dan dihidangkan dalam pesta-pesta besar bagi pemerintah kolonial atau orang kaya Betawi. Hal ini didorong oleh keinginan para warga Belanda di Jakarta saat itu yang meminta makanan khas dari bangsa pribumi sebagai hidangan pelengkap.
Tak disangka hasil kreasi para ahli kuliner Betawi itu ternyata sangat disukai oleh orang-orang Belanda. Mulai saat itu kerak telor menjadi hidangan sajian khas dari penduduk asli Batavia.
Hal ini sejalan seperti ditulis di situs indonesia.go.id, dimana sebenarnya kerak telor adalah makanan hasil eksperimen sekelompok masyarakat Betawi di sekitaran kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Pada saat itu banyak terdapat kelapa dalam jumlah besar. Dari hasil kreasi dan kreatifitas inilah tercipta sebuah makanan tradisional baru khas Betawi.
Menurut pakar gastronomi Suryatini N. Ganie, kerak telor diciptakan agar nasi ketan lebih enak dan mengenyangkan seperti dikutip dari Wikipedia.
Di tahun 1970-an, para penjual kerak telor Betawi mulai menjajakan makanan ini di tempat-tempat umum. Salah satu tempat paling populer saat itu, tentu saja di sekitar Tugu Monas (Monumen Nasional). Menurut website merdeka.com Gubernur DKI, Ali Sadikin, kala itu mulai mempromosikan jajanan ini dan terus berlanjut di era gubernur-gubernur DKI setelahnya.
related post