KOTA INDONESIA
JANUARY 11, 2022
Kota Kembang Bandung : Riwayatmu Dulu Hingga Kini
Kota Kembang Bandung : riwayatmu dulu hingga kini. Ibukota Jawa Barat ini selalu menjadi destinasi favorit warga Jabodetabek kala liburan.
Kota Bandung secara resmi memulai aktivitasnya pada abad ke-19. Kota ini didirikan oleh kebijakan Bupati Bandung ke-6, RA Wiranatakusumah II (1794-1829). Pada saat itu Wiranatakusumah II melayari Citarum untuk mencari tempat kedudukan kabupaten baru menggantikan ibukota lama, Dayeuhkolot. Proses pendirian ini tidak lepas dari perintah Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke-36, Herman Willem Daendels (1808-1811).
Nama “Bandung” sendiri berasal dari lokasi kota yang berada dekat dengan sumber mata air yang bernama Sumur Bandung. Sumur Bandung dalam bahasa Sunda berarti sumur yang berpasangan atau berhadapan, berasal dari kata “bendung” atau ‘bendungan”.
Ada juga teori yang menyebutkan bahwa nama Bandung berasal dari perahu yang digunakan Wiranatakusumah II untuk berlayar. Kendaraan tersebut terdiri dari dua perahu yang diikat berdampingan yang disebut perahu bandung.
Pada tanggal 25 September 1810, pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan sebuah besluit (surat keputusan) yang menyatakan Kota Bandung sebagai ibu kota kabupaten Bandung, sehingga tanggal 25 September ditetapkan sebagai hari jadi Kota Bandung.
Ucapan Daendels kepada Wiranatakusumah II yang terkenal saat itu adalah: “Zorg, dat als ik terug kom hier een stad is gebouwd” (Usahakan, bila saya datang kembali ke sini, sebuah kota telah dibangun).
Selanjutnya Gubernur Jendral JB Van Heutz pada tanggal 1 April 1906 dengan ordonansi tanggal 2 Februari 1906 yang diundangkan pada tanggal 1 Maret 1906 menetapkan Kota Bandung menjadi Pemerintah Kota (Gemeente). Dengan peningkatan status ini maka Kota Bandung resmi lepas dari Kabupaten Bandung, meskipun ibu kota Kabupaten Bandung masih berada di Kota Bandung.
Dengan berdirinya Kota Bandung, maka kegiatan perekonomian dan pariwisata tumbuh pesat di kota baru ini. Bandung kala itu mendapat sebutan Paris van Java karena pemerintah kolonial Belanda menjadikan kota ini sebagai kota wisata di pulau Jawa. Konsep pembangunan kota ini memang sengaja dirancang untuk menjadi tempat liburan atau persinggahan. Arsitektur kota ini dibuat mirip dengan kota Paris pada awal pengembangan.
Selain Paris van Java Bandung juga dijuluki dengan Kota Kembang. Nama ini bisa jadi karena pada zaman dahulu Bandung memiliki banyak pohon dan taman yang berisi bunga-bunga indah bermekaran di segala penjuru kota.
Di masa perjuangan kemerdekaan Kota Bandung memiliki peranan penting. Ketika pasukan Sekutu datang ke kota itu untuk mendudukinya, penduduk sekitar sontak menolak dan melawan dengan gagah berani. Pertempuran sengit pun terjadi di penjuru kota. Salah satu aksi mereka adalah membakar bangunan dan rumah mereka sendiri karena tidak rela diduduki tentara Sekutu dan NICA.
Dalam waktu tujuh jam, sekitar 200.000 penduduk Bandung membakar rumah mereka dan meninggalkan Bandung menuju pegunungan di selatan Bandung. Pembakaran dilakukan agar tentara agresor tidak dapat menggunakan Bandung sebagai markas militer mereka.
Peristiwa ini terjadi pada 24 Maret 1946 dan dikenal dengan Peristiwa Bandung Lautan Api yang melibatkan para pejuang kemerdekaan Indonesia terdiri dari tentara Indonesia, laskar pejuang dan rakyat Bandung.
Peristiwa bersejarah lainnya adalah digelarnya Konferensi Asia Afrika di Bandung pada tahun 1955 pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.
Di masa kini Bandung terkenal menjadi tujuan wisata bagi para penduduk Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi). Hampir setiap minggu kendaraan dari daerah ini berduyun-duyun mendatangi kota kembang.
Salah satu kegiatan favorit di Kota Bandung adalah wisata kuliner. Ada banyak sekali tempat jajanan nikmat di Bandung. Bila anda mengunjungi kota ini jangan lupa untuk mencicipi kuliner khasnya seperti : siomay, batagor, pisang bolen, surabi oncom, sate jando, mie kocok atau nasi oncom.
Menurut situs databoks.katadata.co.id, hasil sensus penduduk 2020 menunjukkan jumlah penduduk kota Bandung sebanyak 2,44 juta jiwa. Sebanyak 2,23 juta jiwa (50,37%) adalah laki-laki dan 1,21 juta jiwa (49,63%) perempuan. Sedangkan suku mayoritas di ibukota Jawa Barat ini adalah suku Sunda.
artikel terkait