KULINER NUSANTARA
NOVEMBER 25, 2021
Mengenal Sate Lebih Jauh
Satu lagi kuliner tradisional Indonesia yang sangat terkenal adalah sate. Makanan ini bisa dijumpai di banyak wilayah di seluruh Indonesia. Dengan harga yang cukup terjangkau lauk pauk ini memiliki banyak penggemar sejak dahulu. Mari kita mengenal sate lebih jauh.
Sejauh ini asal-usul sate diperkirakan berasal dari Ponorogo, Jawa Timur. Kata “sate” sendiri berasal dari bahasa jawa, yakni “sak beteng” yang berarti satu tusuk. Dari Jawa sate menyebar ke seluruh Nusantara dan mengalami banyak perkembangan dan variasi.
Hingga kini di Tanah Air terdapat beberapa jenis sate. Ada sate Madura, sate Padang, sate Ponorgo, sate Bali dan banyak lagi yang lainnya. Daging yang dipakai sebagai bahan bakunya ada bermacam jenis, ada yang memakai daging ayam, daging kambing, daging sapi atau kerbau. Kunyit dan kecap manis adalah salah satu bumbu penting untuk rasa sate yang enak. Yang paling banyak dikenal dan mudah dijumpai adalah sate Madura. Sate ini memakai bahan baku daging ayam dan diolah dengan bumbu khas racikan dari Madura, Jawa Timur.
Dengan kondisi tanah yang gersang, penduduk Madura banyak mengkonsumsi hewan ternak dan ikan laut, diantaranya seperti kambing, sapi, dan ayam yang diolah menjadi sajian khas setempat, yang salah satunya adalah sate.
Sate Madura memilki citarasa unik yang menjadikannya berbeda dengan sate daerah lain. Bumbu sate Madura umumnya terasa lebih manis. Kacang yang digunakan sebagai bumbu, dihaluskan dan terasa gurih, menjadikannya kaya rasa di lidah. Selain bumbu kacang bisa juga digunakan bumbu kecap dengan irisan bawang merah, timun dan vcabai. Kuliner ini paling pas disantap dengan nasi hangat atau lontong dan ketupat.
Umumnya sate di Indonesia dibuat dengan cara dibakar/dipanggang diatas arang yang menyala. Teknik ini menjadikan aroma wangi daging satenya keluar. Hal ini karena arang mengeluarkan api kecil yang konstan sama seperti teknik memasak slow cooking. Cara ini menjadikan tekstur daging lebih empuk dan bumbu yang dipakai merasuk kedalam daging, bukan hanya di permukaannya. Selama dibakar, tusukan sate harus dibolajk-balik setiap 3 atau menit sekali agar salah satu sisinya tidak gosong dan tingkat kematangannya merata.
Untuk sate kambing bila proses pembakarannya tidak merata dan kurang lama maka dagingnya masih akan terasa alot atau keras. Api yang dipakai adalah api kecil karena api besar dari arang akan membuatnya cepat gosong dibagian luar tapi bagian dalam masih mentah. Karena itulah membakar sate harus digunakan dengan api kecil dan sering membolak-baliknya. Umumnya untuk satu porsi sate kambing yang berisi 10 tusuk sate mengandung sekitar 350 kalori.
Penggunaan arangnya pun harus diperhatikan bila kita mau mendapatkan aroma sate yang harum semerbak. Arang yang dipakai adalah arang batok kelapa. Arang jenis ini mengeluarkan bau harum daging dan asapnya tercium lebih semerbak. Hal ini disebabkan pada arang batok kelapa masih terdapat kandungan minyak kelapa, sehingga aroma yang keluar akan tercium lebih wangi.
Membakar sate ayam tidak boleh terlalu lama atau terlalu sebentar. Terlalu lama bisa membuat dagingnya alot sementara kalau terlalu sebentar dagingnya bisa jadi tidak matang. Rata-rata durasi membakar sate sekitar 12-15 menit dengan ukuran sate sedang dan bara api kecil.
Untuk daging kambing irisan dagingnya jangan terlalu tebal tapi juga jangan terlalu tipis agar tidak gosong waktu dibakar. Bungkus daging kambing dengan daun pepaya agar menjadi empuk dan renam dengan air kelapa. Merebus daging sate bersama dengan bumbu lainnya bisa juga menghasilkan sate yang empuk dan lembut.
Selain di Indonesia, sate juga bisa ditemukan di negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Singapura, Filipina, Thailand dan Malaysia. Sate juga populer di Belanda sebagai akibat kolonialisasi yang berpengaruh pada sektor kuliner mereka.
artikel terkait