Asal Usul Tempe Dan Perkembangannya

KULINER NUSANTARA

JANUARY 23, 2022

Asal Usul Tempe Dan Perkembangannya

Asal Usul Tempe Dan Perkembangannya

Asal usul tempe dan perkembangannya dalam sejarah kuliner Nusantara yang berasal dari Jawa kuno dan telah berumur ratusan tahun.

Tempe adalah panganan khas Indonesia yang terbuat dari fermentasi kedelai atau beberapa bahan lain. Bahan fermentasi ini secara umum dikenal sebagai ragi tempe.

Selain kacang kedelai bahan tempe juga bisa dari kacang kedelai hitam, kacang tolo, kacang hijau, kacang koro atau kacang edamame. Sebelum proses dimulai, kedelai terlebih dahulu dipisahkan dari kulitnya setelah itu kedelai harus direndam selama 18 jam.

Melalui proses fermentasi, biji kedelai mengalami proses penguraian menjadi senyawa yang mudah dicerna. Umumnya proses fermentasi tempe memakan waktu sekitar 36-38 jam hingga seluruh permukaan kedelai tertutup jamur dan memberi rasa dan aroma yang khas.

Ragi tempe juga dikenal dengan koji yang merupakan jenis jamur yang sudah berabad-abad digunakan dalam kuliner bangsa Asia. Koji biasa digunakan untuk proses fermentasi kacang kedelai untuk pembuatan bermacam makanan dari kecap hingga tempe.

Berbeda dengan makanan kedelai tradisional lain yang umumnya berasal dari Cina atau Jepang, tempe adalah makanan asli Indonesia. Kata “tempe” diprediksi berasal dari bahasa Jawa Kuno. Saat itu ditemui makanan berwarna putih yang dibuat dari tepung sagu yang disebut tumpi. Makanan ini terlihat memiliki kesamaan dengan tempe segar yang juga berwarna putih.
Makanan ini berabad-abad lalu dikenal terutama di Yogyakarta dan Surakarta. Di dalam manuskrip serat Centhini yang menggambarkan tanah Jawa abad ke-16 telah ditemukan kata “tempe”.

Dengan catatan sejarah lainnya yang dipadukan, kemungkinan pada mulanya tempe diproduksi dari kedelai hitam yang dikembangkan di daerah Mataram, Jawa Tengah sebelum abad ke-16 oleh masyarakat pedesaan tradisional Jawa.
Menurut Denys Lombard dalam Nusa Jawa Silang Budaya : Jaringan Asia, tempe berasal dari kata Nusantara tape yang bermakna fermentasi dan wadah yang digunakan untuk proses fermentasinya disebut tempayan.

Asal Usul Tempe Dan Perkembangannya

Wikipedia menulis bahwa tempe kaya akan serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi. Disebutkan juga beberapa jenis kapang digunakan dalam proses pengolahan seperti Rhizopus oligosporus, Rh. oryzae, Rh. stolonifer (kapang roti), atau Rh. arrhizus.

Umumnya tempe berwarna putih karena pertumbuhan miselia kapang yang merekatkan biji-biji kedelai sehingga terbentuklah tekstur yang memadat.

Di masyarakat dikenal berbagai jenis tempe seperti tempe Jogja, tempe Banyumas, tempe Malang dan tempe Pekalongan. Teknologi pembuatan dan produksi tempe adalah proses yang telah dilakukan secara turun temurun dan berasal dari rakyat.

Varian lain dari tempe misalnya tempe mendoan. Kata “mendoan” disinyalir berasal dari bahasa Banyumasan yang berarti setengah matang atau lembek. Untuk membuat tempe jenis iniĀ  digunakan jenis tempe khusus untuk mendoan yang bentuknya sangat tipis.

Jaman sekarang peminat tempe ternyata bukan hanya masyarakat Indonesia saja. Makanan ini telah mendunia, mereka menyukainya karena teksturnya seperti daging dengan aroma jamur. Untuk penganut vegetarian hal ini sangat disukai.

Bahkan beberapa praktisi kuliner melakukan eksperimen dengan panganan tradisional ini seperti membuat hamburger dan mengganti daging sapi dengan tempe. Inovasi ini disebut dengan burger tempe.

artikel terkait

Comments System WIDGET PACK