Sejarah Gudeg Yang Lezat

Sejarah Gudeg Yang Lezat

KULINER

APRIL 16, 2021

Sejarah Gudeg Yang Lezat

Sejarah Gudeg Yang Lezat
Foto : Christian Razukas - Wikipedia.org

Tahukah anda darimana asalnya gudeg dan bagaimana sejarah gudeg yang lezat berawal ? Mari kita bahas lebih lanjut soal ini.

Bagi penikmat kuliner tradisional khususnya yang berasal dari Jawa pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya “Gudeg”. Makanan yang satu ini menjadi makanan khas provinsi Yogyakarta dan Jawa Tengah yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan. Disantap dengan nasi putih, gudeg menjadi lauk yang sangat nikmat untuk dikonsumsi di waktu makan siang atau malam.

Awal terciptanya gudeg dimulai sekitar abad ke-16 sewaktu para prajurit kerajaan Mataram membuka lahan dengan menebangi pohon di hutan belantara Alas Mentaok. Hal ini dimaksudkan untuk pembangunan permukiman dan pusat kerajaan. Lokasinya sekarang adalah di Kota Gede. Di lokasi itulah terdapat banyak pohon nangka dan kelapa.

Karena jumlah prajurit yang bekerja membuka lahan berjumlah ratusan, maka seringkali suplai makanan terasa kurang untuk mencukupi kebutuhan pangan mereka. Maka dicarilah jalan untuk mengatasi hal ini. Melihat banyaknya pohon nangka dan kelapa di wilayah itu, mereka mulai mencoba mengolahnya untuk dijadikan bahan makanan.

Yang menjadi bahan percobaan adalah nangka muda (gori) yang kebanyakan tidak terpakai. Nangka muda itu diolah dengan cara direbus beberapa jam sampai terasa empuk. Selama proses itu nangka diberi bumbu untuk penyedapnya seperti : kemiri, lengkuas, bawang merah, bawang putih, biji ketumbar, daun salam, santan dan gula aren atau juga gula jawa. Untuk mendapatkan warna merah kecoklatan, bahan alami yang ditambahkan adalah daun jati yang tua.

Dengan jumlah yang sangat banyak, makanan ini dimasak dalam porsi yang besar. Untuk memasaknya para pemasak menggunakan alat pengaduk yang digunakan untuk mengaduk bahan makanan agar bumbunya tercampur merata. Alatnya berbentuk sendok besar seperti dayung perahu. Bahasa Jawa mengaduk adalah hangudek atau hangudeg. Dari sini kemudian muncul istilah Gudeg sebagai nama makanan ini.

Untuk menikmati gudeg biasanya disajikan dengan bahan pelengkap sebagai tambahan lauk misalnya kuah santan kental (areh), telur pindang (berwarna coklat tua), daging ayam, tempe dan tahu bacem serta sambal goreng krecek.
Sedangkan varian gudeg yang bisa ditemui sekarang adalah gudeg kering dan gudeg basah. Gudeg kering disajikan dengan kuah areh kental dengan santan yang sedikit. Sementara gudeg basah memiliki kuah areh yang encer dengan lebih banyak santan.

Gudeg basah lebih dulu dikenal di Nusantara. Umumnya gudeg memiliki cita rasa manis karena penggunaan gula jawa dan pengaruh tradisi masyarakat Jawa Tengah yang gemar akan rasa manis.

Saat ini kota yang dikenal dengan sebutan Kota Gudeg merujuk pada Yogyakarta. Di kota ini terdapat banyak penjual gudeg tradisional di berbagai sudut. Umumnya gudeg bisa dimakan di tempat, bila ingin dibawa pulang gudeg dan makanan pelengkapnya dimasukkan kedalam kuali terbuat dari tanah liat yang disebut dengan kendil. Ada juga yang mengemas porsi gudeg dalam kotak terbuat dari anyaman bambu berbentuk segi empat yang disebut dengan besek.

Terdapat sentra gudeg di Yogyakarta yang disebut dengan Kampung Gudeg di daerah Wijilan. Pemerintah setempat membangun wilayah ini untuk melestarikan makanan tradisional tersebut dan menunjang pariwisata yang memudahkan para turis untuk bila ingin menikmati gudeg.

artikel terkait

Comments System WIDGET PACK