Sejarah Asal Usul Makanan Ketoprak

KULINER

FEBRUARY 14, 2021

Sejarah Asal Usul Makanan Ketoprak

sejarah asal usul makanan ketoprak
Foto : Sakurai Midori, Wikipedia

Bila anda telah tinggal di daerah sekitar Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) dalam waktu lama, besar kemungkinan anda telah mencicipi makanan tradisional yang satu ini. Namanya adalah “Ketoprak”. Namun apakah anda sudah tahu sejarah asal usul makanan ketoprak ?

Dengan harga yang murah dan rasanya yang lezat, makanan ini sering dijajakan oleh penjualnya dengan menggunakan gerobak dorong. Ada juga yang dihidangkan di restoran. Dimanapun anda menyantapnya makanan ini adalah salah satu makanan tradisional paling populer di Indonesia.

Secara tampilan dan pengolahan ketoprak menyerupai pecel. Bedanya, sayuran dalam pecel berupa sayuran hijau yang direbus atau ada yang mentah. Sedangkan isian ketoprak adalah ketupat, bihun, mentimun, tahu goreng dan tauge, Ada juga yang menambahkan dengan irisan telur rebus. Untuk pelengkapnya biasanya disajikan gorengan kerupuk.

Meskipun sangat populer, tapi asal-usul nama ketoprak sendiri masih belum jelas. Ada yang menyebut ketoprak sebagai makanan khas Betawi, etnis asli penduduk Jakarta. Ada juga yang meyakini makanan ini berasal dari daerah Cirebon, Jawa Barat. Pendapat lain mengatakan asal ketoprak dari Jawa Tengah, merujuk pada kesenian tradisional di panggung hiburan rakyat dengan nama serupa, ketoprak.

Bila kita merujuk kepada budaya Betawi, “Ketoprak” dikatakan berasal dari singkatan bahan-bahan didalamnya : ket dari ketupat, to dari toge/tauge (dan tahu) serta prak dari kata “digeprak” – dilumatkan atau dihancurkan dalam bahasa Betawi. Hal ini bisa jadi dikaitkan dengan tindakan mengulek kacang untuk sausnya.

Versi lain mengatakan nama ketoprak tercipta ketika seorang pria ingin makan tetapi dia hanya memiliki lauk berupa ketupat dan tauge. Tidak habis akal dia membuat bumbu untuk lauknya yang terbuat dari bawang putih, cabai rawit, kacang tanah lalu diulek dan ditambah air putih.

Setelah bumbunya jadi pria itu menyantap hasil kreasinya dan berpikir apa nama makanan yang cocok untuk ini. Secara tak sengaja dia menyenggol piring di sampingnya hingga terjatuh dan menimbulkan bunyi “ketubrag..!”. Dari bunyi itulah lahir nama “Ketoprak”.

Selain dengan pecel, ketoprak memiliki kemiripan dengan makanan tradisional lain seperti kupat tahu, lotek dan karedok dari Jawa Barat. Dari Jakarta mirip seperti gado-gado, meskipun ada perbedaan ramuan di saus kacangnya. Gado-gado dan karedok hanya memakai gula merah untuk pemanisnya sedangkan ketoprak menggunakan kecap manis untuk tambahan rasa dan taburan bawang goreng.

Untuk kacangnya dipakai kacang tanah dan gula kelapa digilas menjadi saus yang kental, dicampur dengan bawang putih, lada dan garam.
Kembali ke penjual ketoprak, makanan ini dijual oleh pedagangnya dengan bentuk gerobak yang unik, berbentuk seperti perahu. 

Selain model gerobak yang sama, penyusunan perlengkapan dan kegunaan di gerobaknya pun semua senada. Yang pasti bisa ditemui adalah panci di bagian ujung “perahu”, penggorengan, kaleng biskuit bekas untuk tempat kerupuk dan cobek kayu serta beberapa botol berisi air putih matang untuk meramu saus kacangnya.

artikel terkait

Comments System WIDGET PACK