KULINER NUSANTARA
MAY 14, 2022
Mengenal Hidangan Rica-Rica Yang Pedas Menggoda
Mari mengenal lebih jauh hidangan rica-rica yang pedas menggoda dan menggugah selera dari Manado, Sulawesi Utara dalam kuliner Nusantara.
Salah satu makanan khas Nusantara adalah masakan rica-rica. Masakan ini berasal dari Manado, Sulawesi Utara. Menurut Wikipedia, kata “rica” itu sendiri artinya “cabai” atau “pedas”. Dan seperti namanya, hidangan rica-rica selalu dimasak dengan rasa yang pedas.
Cita rasa pedas ini disebabkan masyarakat Manado adalah pecinta kuliner rasa pedas, karena itulah masakan rica-rica dikenal sebagai makanan yang pedas. Tidak hanya makanan utama saja tetapi makanan ringan pun juga dibuat dengan rasa pedas, karena menurut mereka makanan tidak terasa enak bila tidak berasa pedas.
Rica-rica itu sendiri adalah sejenis bumbu pedas yang sering digunakan di masakan Manado. Bumbu ini banyak memakai potongan cabai, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, garam, gula dan jahe. Campuran bahan ini dimasak dengan minyak kelapa dan dicampur dengan daun jeruk, serai dan air jeruk nipis untuk mendapatkan aroma yang segar.
Sebenarnya hampir semua jenis daging bisa dibuat menjadi masakan rica-rica. Seperti daging merah, unggas, ikan air tawar dan ikan laut tetapi yang paling populer adalah ayam rica-rica yang disajikan dalam bumbu dengan cabai merah.
Menu lainnya yang biasa dimasak dengan bumbu rica-rica adalah bebek rica-rica, ikan mas rica-rica, sapi rica-rica, babi rica-rica, cakalang rica-rica, tude rica-rica, udang rica-rica, cumi rica-rica, kelinci rica-rica.
Semua masakan rica-rica ini memiliki resep yang berbeda-beda, begitu pula cara memasaknya. Tapi satu hal yang sama adalah, semua makanan ini rasanya pedas ! Umumnya hidangan rica-rica biasa disajikan dengan nasi putih dan beberapa bahan pelengkap seperti bawang goreng dan timun.
Beberapa ahli kuliner menyebutkan bahwa rica-rica asli di Sulawesi Utara berbeda dengan rica-rica di Jawa. Di Manado hidangan rica-rica terasa lebih pedas karena cabai yang digunakan didaerah asalnya memang lebih pedas rasanya. Cabai merah yang digunakan berasal dari Gorontalo dan teksturnya lebih padat.
Untuk cara memasaknya terdapat berbagai cara, ada yang dagingnya digoreng dulu, ada juga yang dibakar. Sebagai catatan, masakan rica-rica asli Manado sendiri tidak memakai lengkuas dan daun salam. Orang Manado tidak mengenal daun salam dalam resep masakan Manado asli.
Sebagian masyarakat Manado suka menyebut rica-rica dengan garo rica. Arti garo adalah garuk, mungkin karena sewaktu memasaknya digaruk-garuk dalam panci. Untuk rica-rica yang diberi tambahan santan namanya menjadi rica-rica santan.
Sedangkan asal mula masakan ini bisa masuk ke Jawa masih belum terlalu jelas. Ada pendapat yang menyebutkan bumbu ini dikenal penduduk Jawa dari hubungan dagang dan pergaulan dengan orang-orang Manado di perantauan di kota-kota Jawa jauh sebelum kemerdekaan Indonesia.
Teori lain menyebutkan bahwa kuliner ini diperkenalkan oleh para prajurit KNIL asal Manado yang banyak bertugas di pulau Jawa dikala masa penjajahan Hindia Belanda.
Apapun sejarahnya, masakan telah ini mengalami perubahan cita rasa dari aslinya dan menciptakan rasa tersendiri di luar daerah Sulawesi Utara yang melengkapi kekayaan kuliner Nusantara.
related post