Menelusuri Asal-Usul Dawet Yang Manis Dan Gurih

KULINER NUSANTARA

MAY 2, 2023

Menelusuri Asal-Usul Dawet Yang Manis Dan Gurih

Menelusuri Asal-Usul Dawet Yang Manis Dan Gurih
Dawet Ayu. Foto : Wikipedia

Bila Anda adalah pecinta kuliner Nusantara pasti Anda pernah mendengar yang namanya es dawet yang rasanya manis dan gurih ini.

Hampir semua orang Indonesia pernah merasakan minuman ini. Tapi tahukah Anda bagaimana sebenarnya sejarah dawet itu ?

ASAL-USUL

Dawet adalah suatu minuman khas Tanah Jawa yang berasal dari desa Jabung, Ponorogo. Terbuat dari tepung beras ataupun tepung beras ketan, disajikan dengan es parut serta gula merah cair dan santan dengan rasa manis dan gurih.

Awalnya dawet berwarna bening alias tanpa warna. Hal ini tercatat dalam prasasti Taji Ponorogo pada abad 10. Kemudian mulai dikenal kembali pada abad 15 pada zaman bupati Ponorogo, Bathoro Katong karena memiliki manfaat menyembuhkan orang sakit.

Kemudian Bathoro Katong memperkenalkan Dawet Jabung ini kepada kakaknya, Raden Fatah di Kesultanan Demak. Ternyata Raden Fatah suka dengan minuman ini dan menjadikannya sebagai minuman keseharian di Kesultanan Demak.

Lalu dawet jabung yang bening dan tanpa warna itu dimodifikasi : diberi warna hijau, yang merupakan warna favorit Rasulullah SAW. Dawet yang berwarna hijau inilah yang lalu menyebar ke berbagai kota di Jawa Tengah. Mulai dari Semarang, Solo, Jakarta, Bandung hingga luar negeri seperti Singapura dan Malaysia.

Salah satu kisah menarik adalah ketika Kesultanan Demak menyerang Portugis di Malaka, pasukan Demak disediakan Dawet Hijau supaya memiliki semangat tinggi. Hal inilah yang membuat dawet dikenal juga oleh orang melayu di Malaysia, Singapura, Riau dan Thailand Selatan.

Di Ponorogo, sekitaran Jetis terdapat Kampung dawet. Disitu dawet dijual di warung hingga restoran dengan sajian khas yakni menyajikan mangkok dawet di atas lepek kecil.

Menelusuri Asal-Usul Dawet Yang Manis Dan Gurih
Foto : Wikipedia

PERBEDAAN ES CENDOL DAN ES DAWET

Es Cendol berasal dari Sunda, Jawa Barat. Sedangkan Es Dawet berasal dari Tanah Jawa.
Bahan dasar es cendol dari sagu aren, tepung beras dan tepung hunkwe. Sedangkan es dawet dari tepung beras ataupun tepung beras ketan, diberi pewarna hijau berupa daun suji.

Pada es cendol, tepung tersebut kemudian diberi pewarna makanan hijau atau perasan daun suji atau pandan. Setelahnya adonan tepung hunkwe dicetak menggunakan alat khusus.

Es dawet proses pembuatannya lebih mudah. Adonan dawet dicetak menggunakan alat berupa saringan sederhana dan dituang ke saringan berongga kemudian digoyangkan agar adonan jatuh. Inilah yang membuat dawet memiliki bentuk runcing pada ujungnya.

Lantaran menggunakan tepung beras, dawet mempunyai tekstur yang lebih lembut daripada es cendol yang kenyal. Dawet disajikan dengan parutan es, santan, gula merah, serta tape ketan.

Cendol teksturnya lebih kenyal ketika digigit karena tepung hunkwe dan es dawet biasanya lebih tebal dibandingkan dengan es cendol.

Menelusuri Asal-Usul Dawet Yang Manis Dan Gurih
Foto : wikipedia

JENIS-JENIS DAWET : 

• Dawet Jabung

Asal dari semua varian Dawet yang ada, berasal dari Ponorogo yang dikenal memiliki manfaat menyembuhkan sakit sejak era Majapahit.

• Dawet Ayu Banjarnegara

Varian es dawet yang paling populer dan hampir selalu ada di berbagai daerah. Yang menjadikan es ini spesial adalah aroma pandan yang asli.

• Dawet Ireng Purworejo

Es dawet ini datang dari Purworejo, Kecamatan Butuh. Ireng dalam bahasa Indonesia artinya hitam, warna hitam berasal dari abu merang atau jerami.

• Dawet Mantingan (Dawet Jepara)

Teksturnya kenyal dan halus. Bahan utamanya sagu aren. Biasanya dawet Jepara memiliki isian yang lebih banyak, ditambah alpukat, durian, nangka, dan kelapa muda.

• Dawet Semarangan

Berasal dari Semarang, bahan dasarnya adalah tepung beras. Ciri khasnya adalah penambahan durian serta tape ketan dan potongan nangka.

related post

Comments System WIDGET PACK